Naik Daun

#1

PROFIL Kombes Hari Nugroho, Atasan Ferdy Sambo di Yanma Polri, Pernah Ungkap 45 Kejahatan Seminggu

Saat ini, nama Ferdy Sambo tengah menjadi sorotan publik terkait kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.Akibatnya, Ferdy Sambo dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.Setelah dimutasi, Ferdy Sambo pun menjadi bawahan dari Kepala Yanma Polri atau Kayanma Polri, Kombes Hari Nugroho.Lantas, bagaimanakah rekam jejak Kombes Hari Nugroho yang saat ini menjadi atasan Ferdy Sambo?Berikut ulasanya dirangkum dari berbagai sumber:Profil Kombes Hari NugrohoKayanma Polri, Kombes Pol Hari Nugroho yang kini menjadi komandan dari Irjen Ferdy Sambo.Sebelum menjabat sebagai Kayanma Polri, Kombes Hari Nugroho sempat menjabat sebagai Kabagbinkar Rosdm Polda Jawa Barat.Lalu pada 2015, ia dipindah sebagai Kapolresta Bandar Lampung menggantikan Kombes Dwi Irianto.Meski hanya setahun menjabat sebagai Kapolresta Bandar Lampung, deretan kasus pun berhasil diungkap olehnya seperti pencurian dan narkotika.Ketika menjabat, dia dan jajarannya berhasil mengungkap 19 kasus narkoba dan menjebloskan 26 tersangka ke penjara.Pengungkapan 19 kasus narkotika ini berdasarkan hasil operasi yang dilakukan selama dua minggu yaitu dari 7-22 Agustus 2016.Dalam hasil operasi itu, barang bukti pun disita yaitu berupa ganja seberat 102 gram, sabu-sabu seberat 26,16 gram serta enam butir pil ekstasi."Rinciannya 15 kasus dengan 20 tersangka pengedar dan empat kasus yang melibatkan kurir dengan enam tersangka.""Untuk bandar belum bisa kami sentuh karena memang kebanyakan pengedar dan kurir," Kombes Hari Nugroho pada 22 Agustus 2016.Ungkap 45 Kejahatan dalam SemingguPada bulan yang sama, Kombes Hari Nugroho mengungkapkan jajaran Polresta Bandar Lampung berhasil mengungkap 45 kasus kejahatan.Adapun kasus yang diungkap adalah kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).Sementara rinciannya adalah 18 kasus curas, 17 kasus curat, dan 10 kasus curanmor.Kombes Hari Nugroho mengungkapkan dari 45 kasus yang telah diungkap oleh pihaknya, ada 24 tersangka yang diamankan.Adapun rinciannya adalah 8 tersangka curas, 12 tersangka curat, dan 4 tersangka curanmor.Sementara barang bukti yang disita adalah dua unit mobil, 10 unit sepeda motor, tiga pucuk senjata api rakitan, tiga bilah senjata tajam (sajam), tiga unit ponsel, dan satu unit laptop.Namun, jabatan Kapolresta Bandar Lampung yang diembannya tidak bertahan lama.Setelah melakukan beragam pengungkapan berbagai jenis kejahatan, Kombes Hari Nugroho dimutasi sebagai Kabid Propam Polda Kalbar.Mutasi ini berdasarkan surat telegram Kapolri No: ST/2188 dan 2189/IX/2016 tertanggal 7 September 2016.Kini Kombes Hadi Nugroho menjabat sebagai Kayanma Polri sekaligus sebagai komandan dari Ferdy Sambo.Sebagai informasi, Yanma Polri merupakan unsur pelayanan yang bertugas menyelenggarakan fungsi pembinaan dan pelayanan umum dan urusan terkait yang berada di lingkungan Mabes Polri, khususnya soal fasilitas Markas.Sementara dalam tingkatannya, Yanma Polri setingkat dengan Mabes Polri dan berada di bawah pimpinan Kapolri.Namun, Yanma tidak hanya berada di tingkat Polri, tetapi juga di tingkat Kepolisian Daerah (Polda) dengan sebutan Yanma Polda.Kemudian untuk pimpinan sendiri dijabat oleh perwira menengah yang berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).

#2

Tanda Tanya di Balik Serangan AS Tewaskan Bos Al-Qaeda

Washington DC -Pimpinan Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri dinyatakan tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS). Namun, kematian Zawahiri menimbulkan sejumlah tanda tanya.Dilansir AFP, Selasa (2/8/2022), Zawahiri adalah seorang ahli bedah asal Mesir yang menjadi salah satu teroris paling dicari di dunia. Dia diidentifikasi sebagai dalang serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat yang menewaskan hampir 3.000 orang.Zawahiri telah melarikan diri dan mengambil alih Al-Qaeda setelah Osama bin Laden terbunuh di Pakistan pada tahun 2011. AS pun menawarkan hadiah USD 25 juta untuk nyawa Zawahiri.Kematian Zawahiri dilaporkan oleh sejumlah media AS. The New York Times, Washington Post dan CNN termasuk di antara outlet yang melaporkan identitas target, mengutip sumber yang tidak dikenal.Salah satu pejabat AS yang namanya enggan disebutkan menyebut Zawahiri tewas karena serangan drone di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Minggu (31/7) lalu."Selama akhir pekan, Amerika Serikat melakukan operasi kontraterorisme terhadap target signifikan Al Qaeda di Afghanistan," kata seorang pejabat senior pemerintah dalam sebuah pernyataan kepada wartawan."Operasi itu berhasil dan tidak ada korban sipil," tambah pejabat itu.Tidak jelas bagaimana AS, yang tidak memiliki pasukan AS di lapangan, mengkonfirmasi bahwa Zawahiri telah terbunuh. Desas-desus tentang kematian Zawahiri telah menyebar beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga telah lama dilaporkan dalam kondisi kesehatan yang buruk.Kematiannya menimbulkan pertanyaan tentang apakah Zawahiri menerima perlindungan dari Taliban setelah pengambilalihan Kabul pada Agustus 2021. Serangan pesawat tak berawak itu menjadi serangan AS pertama yang diketahui di Afghanistan sejak pasukan dan diplomat Negeri Paman Sam meninggalkan negara itu pada 31 Agustus 2021. Langkah itu dapat meningkatkan kredibilitas jaminan Washington bahwa AS masih dapat mengatasi ancaman dari Afghanistan tanpa kehadiran militer di negara itu.Presiden AS Joe Biden mengumumkan negaranya telah membunuh pemimpin Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri. Pembunuhan itu terjadi dalam serangan udara di Kabul."Keadilan telah ditegakkan dan pemimpin teroris ini tidak ada lagi," kata Biden dalam pidato yang disiarkan televisi.Namun, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan membantah laporan yang beredar di media sosial tentang serangan pesawat tak berawak di Kabul pada Sabtu (30/7) pagi waktu setempat. Taliban menyatakan sebuah roket menghantam 'sebuah rumah kosong' di ibu kota dan tidak menimbulkan korban.Pada Selasa pagi di Kabul, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menulis bahwa 'serangan udara' dilakukan di sebuah tempat tinggal di daerah Sherpur di kota itu. Taliban pun menyelidiki serangan itu."Sifat insiden itu tidak terungkap pada awalnya. Badan keamanan dan intelijen Imarah Islam menyelidiki insiden itu dan menemukan dalam penyelidikan awal mereka bahwa serangan itu dilakukan oleh pesawat tak berawak Amerika," kata Mujahid dalam tweet-nya.Dalam beberapa bulan terakhir, Taliban sebagian besar telah melarang media untuk meliput setelah insiden keamanan dan sering menyangkal atau meremehkan adanya korban.Kematian Zawahiri Disambut Baik Arab SaudiSeperti dilansir Reuters dan CNN, Selasa (2/8/2022), Arab Saudi menyambut baik pengumuman Biden soal kematian pemimpin Al-Qaeda Zawahiri. Saudi menyatakan Zawahiri merupakan salah satu pemimpin teroris."Al-Zawahiri merupakan salah satu pemimpin teroris yang memimpin sejumlah operasi di Amerika Serikat dan Arab Saudi," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi."Al-Zawahiri telah merencanakan operasi teroris yang menewaskan ribuan orang yang tidak bersalah, termasuk warga Saudi," imbuh pernyataan itu.Apakah Zawahiri Dilindungi Taliban?AS menuduh kelompok Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan telah menampung dan melindungi pemimpin Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri. Dilansir Reuters, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken menyebut bahwa Taliban 'secara jelas' telah melanggar Perjanjian Doha.Perjanjian Doha merupakan perjanjian untuk membawa perdamaian ke Afghanistan yang ditandatangani oleh AS dan Taliban pada Februari 2020 di Doha, Qatar. Perjanjian itu mengakhiri perang sejak tahun 2001 hingga tahun 2021 di Afghanistan.Ketentuan-ketentuan yang diatur dalam perjanjian itu mencakup penarikan seluruh tentara NATO dari Afghanistan, janji Taliban untuk mencegah Al-Qaeda beroperasi di area-area yang ada di bawah kendali Taliban, dan perundingan antara Taliban dengan pemerintah Afghanistan."Dalam menghadapi keengganan atau ketidakmampuan Taliban untuk mematuhi komitmen mereka, kita akan terus mendukung rakyat Afghanistan dengan bantuan kemanusiaan yang kuat dan mengadvokasi perlindungan hak asasi mereka, khususnya perempuan dan anak perempuan," tegas Blinken.Secara terpisah, seperti dilansir CNN, seorang pejabat senior pemerintahan AS menyebut bahwa beberapa tokoh senior Taliban Haqqani yang menyadari kehadiran Al-Zawahiri di wilayah Afghanistan telah melakukan 'pelanggaran yang jelas terhadap Perjanjian Doha'.Tokoh-tokoh senior Taliban Haqqani itu, sebut pejabat senior AS, bahkan mengambil langkah-langkah untuk menyembunyikan kehadirannya usai AS melancarkan serangan drone pada Minggu (31/7) pagi waktu Kabul. Mereka disebut membatasi akses ke rumah persembunyian itu dan dengan cepat merelokasi anggota keluarga Al-Zawahiri, termasuk anak perempuan dan cucu-cucunya -- yang tidak menjadi target serangan AS. AS tidak memberitahu para pejabat Taliban sebelum melancarkan serangannya terhadap posisi Al-Zawahiri.Sementara, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi serangan terjadi di wilayah Afghanistan dan mengutuk keras serangan itu sebagai pelanggaran 'prinsip-prinsip internasional'. Namun, Taliban tidak menyinggung soal siapa yang menjadi target serangan juga soal kematian Al-Zawahiri.Apa Senjata yang Dipakai AS?Zawahiri dilaporkan tewas oleh serangan dua rudal yang ditembakkan drone militer AS terhadap rumah persembunyiannya di Kabul. Namun, foto-foto dari lokasi kejadian tidak menunjukkan adanya tanda-tanda ledakan.Seperti dilansir AFP, kondisi itu mengindikasikan penggunaan rudal mengerikan Hellfire R9X oleh AS. Hellfire R9X merupakan rudal tanpa hulu ledak yang diyakini dilengkapi enam bilah pisau seperti silet, yang akan menjulur keluar dari badan rudal dan mengiris target, namun tidak meledak.Hellfire R9X tidak pernah diakui secara publik oleh Pentagon maupun Badan Intelijen Pusat AS atau CIA -- dua badan AS yang diketahui melakukan pembunuhan terarah terhadap para pemimpin ekstremis atau teroris.Rudal Hellfire R9X pertama mencuat pada Maret 2017 lalu, ketika pemimpin senior Al-Qaeda, Abu al Khayr al-Masri, dilaporkan tewas akibat serangan drone saat bepergian dalam mobil di Suriah.Foto-foto kendaraan yang ditumpangi Al-Masri menunjukkan sebuah lubang besar di bagian atap mobil, dengan logam pada mobil dan semua interiornya, termasuk penumpangnya, tercabik-cabik secara fisik. Namun bagian depan dan belakang mobil tampak utuh.Sebelum itu, rudal-rudal Hellfire -- yang ditembakkan oleh drone-drone militer dalam serangan terarah -- diketahui memicu ledakan kuat dan sering menimbulkan kerusakan besar dan banyak kematian. Sejak tahun 2017, beberapa serangan yang tepat sasaran menunjukkan hasil serupa.Detail soal senjata misterius AS itu kemudian bocor dan dijuluki 'ginsu terbang' yang diambil dari iklan televisi terkenal tahun 1980-an soal pisau dapur Jepang yang bisa memotong kaleng aluminium dengan rapi dan tetap tajam sempurna.Senjata misterius itu juga dijuluki 'bom ninja' dan menjadi amunisi pilihan AS untuk membunuh para pemimpin kelompok ekstremis sambil menghindari korban sipil. Tampaknya senjata misterius ini juga digunakan dalam operasi pembunuhan Al-Zawahiri di Kabul.Seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya menuturkan bahwa pada Minggu (31/7) pagi waktu setempat, Al-Zawahiri terdeteksi sedang berdiri sendirian di balkon rumah persembunyiannya di Kabul, ketika drone AS meluncurkan dua rudal Hellfire.

#3

Apa Arti Justice Collaborator? Permohonan yang Akan Dilayangkan Kuasa Hukum Bharada E ke LPSK

Tim kuasa hukum tersangka polisi tembak polisi, Bharada E atau Bharada Richard Eliezer, Muhammad Burhanuddin akan melayangkan permohonan justice collaborator ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Burhanuddin akan melayangkan permohonan justice collaborator terkait kasus kematian Brigadir J ke LPSK pada Senin (8/8/2022)."Iya hadir langsung, Senin akan diajukan Justice Collaborator ke LPSK," kata Burhanuddin, Minggu (7/8/2022).Apa Arti Justice Collaborator?Dalam UU Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, istilah Justice Collaborator berarti Saksi Pelaku. Saksi Pelaku atau Justice Collaborator adalah tersangka, terdakwa, atau terpidana yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap suatu tindak pidana dalam kasus yang sama.Menurut Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) nomor 04 Tahun 2011 tentang Perlakuan bagi Pelapor Tindak Pidana (Whistleblower) dan Saksi pelaku yang Bekerjasama (Justice Collaborators) di dalam Perkara Tindak Pidana Tertentu, untuk menentukan seseorang sebagai Saksi Pelaku yang Bekerjasama (Justice Collaborator) ada beberapa pedomannya. Adapun seseorang dapat dikategorikan sebagai justice collaborator jika:1. Seseorang tersebut merupakan salah satu pelaku tindak pidana tertentu, mengakui kejahatan yang dilakukannya, bukan pelaku utama dalam kejahatan tersebut serta memberikan keterangan sebagai saksi di dalam proses peradilan.2. Jaksa Penuntut Umum dalam tuntutannya menyatakan bahwa yang bersangkutan telah memberikan keterangan dan bukti-bukti yang sangat signifikan.Keterangan dan bukti-bukti dapat membantu penyidik dan atau penuntut umum untuk mengungkap tindak pidana secara efektif, mengungkap pelaku-pelaku lainnya yang memiliki peran lebih besar dan mengembalikan aset-aset atau hasil suatu tindak pidana tersebut.Adapun tindak pidana tertentu yang dimaksud dalam SEMA tersebut yakni tindak pidana yang bersifat serius seperti tindak pidana korupsi, terorisme, narkotika, pencucian uang, perdagangan orang, maupun tindak pidana lainnya yang bersifat terorganisir dan telah menimbulkan masalah serta ancaman yang serius terhadap stabilitas dan keamanan masyarakat.Ada beberapa keuntungan apabila seseorang dinyatakan sebagai sakti pelaku atau justice collaorator?Kembali merujuk pada UU Nomor 31 Tahun 2014, dalam pasal 10 ayat 1 dijelaskan bahwa Saksi, Korban, Saksi Pelaku, dan/atau Pelapor tidak dapat dituntut secara hukum, baik pidana maupun perdata atas kesaksian dan/atau laporan yang akan, sedang, atau telah diberikannya, kecuali kesaksian atau laporan tersebut diberikan tidak dengan iktikad baik.Sedangkan pada ayat 2 dijelaskan bahwa dalam hal terdapat tuntutan hukum terhadap Saksi, Korban, Saksi Pelaku, dan/atau Pelapor atas kesaksian dan/atau laporan yang akan, sedang, atau telah diberikan, tuntutan hukum tersebut wajib ditunda hingga kasus yang ia laporkan atau ia berikan kesaksian telah diputus oleh pengadilan dan memperoleh kekuatan hukum tetap.Menurut pasal 10A ayat 1, saksi Pelaku dapat diberikan penanganan secara khusus dalam proses pemeriksaan dan penghargaan atas kesaksian yang diberikan.Penanganan secara khusus yang dimaksud berupa:1. Pemisahan tempat penahanan atau tempat menjalani pidana antara Saksi Pelaku dengan tersangka, terdakwa, dan/atau narapidana yang diungkap tindak pidananya2. Pemisahan pemberkasan antara berkas Saksi Pelaku dengan berkas tersangka dan terdakwa dalam proses penyidikan, dan penuntutan atas tindak pidana yang diungkapkannya3. memberikan kesaksian di depan persidangan tanpa berhadapan langsung dengan terdakwa yang diungkap tindak pidananyaSementara penghargaan atas kesaksian yang dimaksud berupa:1. keringanan penjatuhan pidana2. pembebasan bersyarat, remisi tambahan, dan hak narapidana lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan bagi Saksi Pelaku yang berstatus narapidanaUntuk memperoleh penghargaan berupa keringanan penjatuhan pidana, LPSK memberikan rekomendasi secara tertulis kepada penuntut umum untuk dimuat dalam tuntutannya kepada hakim.Kuasa Hukum Bharada E Ajukan Justice CollaboratorTerkait kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, tim kuasa hukum tersangka Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Muhammad Burhanuddin akan melayangkan permohonan justice collaborator ke LPSK, Senin.Meski tidak menjelaskan secara rinci terkait waktu kedatangannya, Burhanuddin memastikan akan datang pada siang hari. "Siang hari, tiba di LPSK," ucap Burhanuddin.Atas insiden dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J, Burhanuddin memastikan kliennya akan terang-terangan membuka seluruh fakta terkait. "Bharada E sudah secara terang-benderang akan membuka tabir gelap yang selama ini menjadi tertutup," kata Burhanuddin.Diketahui, Bharada E ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J dan dikenakan pasal 338 juncto pasal 55 dan pasal 56 KUHP.

#4

Di Balik Rekaman CCTV Siswi SMAN di Bantul yang Diduga Dipaksa Pakai Jilbab

Rekaman video saat seorang siswi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diduga dipaksa pakai jilbab terungkap.Kepala Ombudsman RI Perwakilan DI Yogyakarta Budhi Masturi menjelaskan, siswi dalam video rekaman closed-camera television (CCTV) itu hanya tampak terdiam dan menunduk di hadapan tiga orang dewasa.Menurut Budhi, tim Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), juga telah memeriksa video itu."Mereka sudah melihat CCTV-nya, hasil videonya dan menceritakan, mendiskripsikan, ya memang menurut mereka itu paksaan, itu ada unsur paksaannya," katanya."Karena melihat bagaimana bahasa tubuh si anak dan sebagainya, dan itu kan berhadap-hadapan dengan tiga orang dewasa dalam jarak yang dekat. Kemudian, ketika dipasangi, itu diam saja dan agak menunduk anaknya. Jadi tergambar," tambah Budhi.Sementara itu, Budhi mengatakan, dari bukti itu sebetulnya sudah memenuhi kriteria terjadinya pemaksaan.Namun demikian, Ombudsman belum dapat menyimpulkan ada atau tidaknya pemaksaan dan akan menganalisis terlebih dahulu bukti yang ada."Ombudsman masih akan menyimpulkan, tapi CCTV atau cerita yang disampaikan oleh Irjen tadi menambah evidence kami untuk menyimpulkan ada atau tidak adanya, terjadi atau tidak terjadinya pemaksaan," kata dia.Saat ini pihaknya akan berkoordinasi dan mendengar hasil pendapat ahli dan KPAI."Kami masih akan cari data sekali lagi karena kami mungkin ingin mendengar pendapat psikolog dari KPAI mengenai tindakan seperti itu secara psikologis itu bagaimana. Apakah akan berdampak pada jiwa anak yang kemudian masuk kategori paksaan atau tidak, karena kami harus cermat betul menyangkut nasib orang, jangan sampai kami salah mengambil kesimpulan," ujar dia. Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Chatarina Muliana Girsang saat menemui wartawan usai berkoordinasi dengan Ombudsman RI Perwakilan DI Yogyakarta (DIY).Seperti diberitakan sebelumnya, Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Chatarina Muliana Girsang, menegaskan, siswi tersebut mendapat perlakuan tak menyenangkan."Iya (ada unsur pemaksaan) yang dilakukan, yang menimbulkan rasa tidak nyaman karena itu yang menyebabkan anak tersebut curhat dengan ibunya mengenai hal itu," ujarnya, Jumat (5/8/2022).Dirinya pun mengingatkan agar setiap sekolah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para anak didik.Menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, lanjut Chatarina, diatur dalam Permendikbud 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan."Itu juga diatur dalam Permendikbud 82 Tahun 2015. Jadi tidak boleh ada kekerasan yang berbasis SARA suku agama dan ras," jelasnya.

#5

4 Perwira Polri Dijebloskan ke Sel Terkait Tewasnya Brigadir J, Bagaimana Nasib 3 Jenderal Polisi?

JAKARTA - Empat perwira Polri telah dikurung selama 30 hari ke depan terkait kasus tewasnya Brigadir J di rumah Ferdy Sambo. Bagaimana dengan nasib tiga jenderal bintang 1?Seperti diberitakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan dari 25 personel kepolisian yang dinilai tidak profesional dalam olah TKP kasus Brigadir J.Empat orang di antaranya dikurung atau diisolasi dengan dimasukan ke dalam ruangan khusus selama 30 hari."Dari 25 personel yang diperiksa, 4 kami masukkan dalam ruangan khusus selama 30 hari ke depan," kata Listyo di Mabes Polri, Kamis (4/8/2022) malam.Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebutkan keempat personel itu, tiga perwira berasal dari Polres Metro Jakarta Selatan dan satu perwira dari Polda Metro Jaya."Yang diamankan tiga orang itu dari Jakarta Selatan semuanya. Nanti saya sampaikan datanya. Satu lagi saya infokan nanti, dari Penyidik Polda Metro," kata Dedi kepada wartawan.Dedi mengatakan keempat perwira itu berpangkat perwira pertama (pama) dan perwira menengah (pamen).Seperti diumumkan Kapolri, ada tiga perwira tinggi (Pati) Polri berpangkat Brigjen yang terseret kasus tewasnya Brigadir J.Lantas, bagaimana nasib ketiga jenderal tersebut saat ini?"Tiga pati diperiksa, dari 25 itu 3 pati diperiksa," kata Dedi kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).Dedi menambahkan saat ini Tim Khusus (Timsus) maupun Inspektorat Khusus (Irsus) tengah berproses sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo."Ini kan masih berproses semuanya, nanti apabila sudah tim selesai akan saya sampaikan kembali. Ini menunjukkan keseriusan dan sikap tegas dari Pak Kapolri. Pak Kapolri dari awal sudah menyampaikan tidak akan menutup-nutupi kasus ini, Beliau akan membuka sejelas-jelasnya," ucap Dedi."Timsus dan penyidikan berproses, Irsus juga sedang berproses, nanti apabila Irsus selesai, nanti pasti akan disampaikan," imbuhnya.Tidak dijelaskan siapa identitas ketiga Brigjen tersebut.Namun, berdasarkan TR Mutasi Kapolri Kamis malam, setidaknya ada 2 Brigjen yang terkena rotasi. Mereka adalah- Brigjen Hendra Kurniawan yang sebelumnya di jabatan Karo Paminal Divpropam Polri dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri- Brigjen Benny Ali sebelumnya menjabat Karo Provos Divpropam Polri dimutasikan sebagai Pati Yanma PolriPernyataan KapolriDalam jumpa pers Kamis malam (4/8/2022), Kapolri menegaskan komitmennya untuk transparan dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir."Kita telah memeriksa 3 personel pati, kombes 5 personel, AKBP 3 personel, kompol 2 personel, pama 7 personel, bintara dan tamtama 5 personel. Mereka Dari kesatuan Divisi Propam, Polres, dan juga ada beberapa personel dari Polda dan juga Bareskrim," kata Sigit.Ke-25 personel itu disebut Sigit akan langsung dimutasi.Sigit juga membuka kemungkinan mengusut pidana bagi ke-25 personel itu."Dan malam hari ini saya akan keluarkan TR khusus untuk memutasi dan tentunya harapan saya proses penanganan tindak pidana terkait dengan meninggalnya Brigadir Yoshua ke depan akan berjalan dengan baik dan saya yakin Timsus akan bekerja keras dan kemudian menjelaskan kepada masyarakat dan membuat terang tentang peristiwa yang terjadi," katanya.Sikap tidak profesional ke 25 personel tersebut, kata Sigit, diduga melakukan semacam sabotase, pembersihan TKP, penghilangan, dan menyembunyikan alat dan barang bukti atas peristiwa yang terjadi di rumah Irjen Sambo.“Hal tersebut membuat hambatan-hambatan kita dalam penanganan dan proses penyidikan yang kita semua inginkan agar pengungkapan kasus ini berjalan dengan baik,” kata Kapolri."Oleh karena itu, terhadap 25 personel yang saat ini telah dilakukan pemeriksaan kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik dan tentunya apabila ditemukan adanya proses pidana, kita juga akan memproses pidana yang dimaksud," ucap Sigit.Sigit mencontohkan beberapa tindakan tidak profesional yang dilakukan 25 personel tersebut, seperti pengambilan CCTV di TKP tanpa prosedur, menyembunyikan, dan menghilangkan atau merusak barang bukti."Sampai pada dugaan manipulasi serta upaya merekayasa kronologis peristiwa dan juga penyembunyian fakta," katanya."Dan tentunya harapan saya proses penanganan tindak pidana terkait dengan meninggalnya Brigadir Yoshua ke depan akan berjalan dengan baik dan saya yakin Timsus akan bekerja keras dan kemudian menjelaskan kepada masyarakat dan membuat terang tentang peristiwa yang terjadi," kata Sigit.Sebelumnya Bharada Richard Eliezer atau Bharada E resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri, dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J atau Yosua, yang terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, pada 8 Juli 2022 lalu.Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi menyebutkan dari gelar perkara serta alat bukti dan keterangan saksi yang ada, penembakan yang dilakukan Bharada E ke Brigadir J bukanlah membela diri."Bukan membela diri, sehingga sesuai Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan," kata Andi didampingi Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dan Karo Penmas Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Rabu (3/8/2022) malam.Setelah ditetapkan tersangka kata Andi, pihaknya langsung memeriksa Bharada E sebagai tersangka dan terhadapnya langsung dilakukan penangkapan dan penahanan."Berdasarkan rangkaian penyelidikan dan penyidikan oleh Bareskrim, sampai hari ini sudah memeriksa 43 saksi termasuk ahli, dan penyitaan sejumlah barang bukti mulai alat komunikasi, CCTB dan barbuk di TKP," katanya didampingi Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dan Karo Penmas Brigjen Ahmad Ramadhan.IPW: Irjen Ferdy Sambo Bisa Jadi TersangkaKetua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menanggapi hadirnya mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo ke Bareskrim Polri pada Kamis (4/8/2022).Diketahui kehadiran Irjen Ferdy Sambo untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.Sugeng pun menilai jika penyidik memiliki cukup bukti keterlibatan Irjen Ferdy Sambo, maka tidak menutup kemungkinan ia akan dimintai pertanggungjawabannya.Bahkan menurut Sugeng, Jika penyidik memiliki bukti yang kuat, maka Irjen Ferdy Sambo juga bisa ditetapkan sebagai tersangka seperti Bharada E."Irjen Ferdy Sambo diperiksa sebagai saksi untuk dugaan tindak pidana pembunuhan yang telah menetapkan tersangka Eliezer sebagai pelakunya.""Pemeriksaan ini apabila penyidik menemukan bukti cukup, bisa memungkinkan Irjen Ferdy Sambo diminta pertanggungjawabannya juga.""Bahkan apabila terdapat bukti yang kuat, maka Irjen Ferdy Sambo bisa ditetapkan sebagai tersangka," kata Sugeng dalam tayangan Live Progam 'Kompas Siang' Kompas TV, Jumat (5/8/2022).

#6

Terungkap! Ini Alasan Roy Suryo Pakai Penyangga Leher

Jakarta -Alat penyangga leher atau cervical collar telah dua kali dikenakan Roy Suryo saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus meme stupa Candi Borobudur di Polda Metro Jaya. Tim pengacara buka suara menjelaskan alasan Roy Suryo mengenakan alat bantu kesehatan tersebut.Pengacara Roy Suryo, Elza Syarief, mengatakan penggunaan penyangga leher itu berkaitan dengan riwayat penyakit darah tinggi yang diderita oleh Roy Suryo."Kenapa pakai pembalut vertikal itu? Karena darah tinggi. Darah tinggi itu kalau dia tidak berdiri dengan jejak lehernya, itu bisa pembuluh darahnya pecah. Dia waktu Kamis kemarin tekanan darahnya sudah mencapai 201/100," kata Elza saat dihubungi, Minggu (7/8/2022).Elza juga menjelaskan kehadiran Roy Suryo dalam acara gathering Mercedez-Benz SL Club Indonesia yang disorot masyarakat. Dalam kegiatan itu, Roy Suryo tampak tertawa lepas seakan-akan dalam kondisi sehat.Menurut Elza, kliennya tetap dalam perawatan dokter ketika mengikuti kegiatan tersebut. Roy, kata Elza, pun tidak ingin memperlihatkan kepada rekan-rekannya yang hadir jika tengah dalam kondisi sakit."Dia pergi dinyatakan touring, padahal dia tidak touring. Dia datang dalam acara touring itu mengucapkan ulang tahun kepada mantan Wakapolri Pak Nanan karena ulang tahun. Kenapa dia tertawa? Ya dia kan nggak mau memperlihatkan kepada teman-temannya bahwa dia lagi sakit. Karena dalam perayaan ulang tahun dia bersedih ria kan nggak lucu, kaya minta apa gitu. Kalau muka kamu sedih ya nggak usah muncul dong," ungkap Elza.Bantah Pura-pura SakitElza pun menegaskan kliennya tidak pernah berpura-pura sakit. Riwayat penyakit yang diderita Roy Suryo pun telah diserahkan kepada penyidik."Kita ya karena sesungguhnya Pak Roy itu memang sakit. Kan sakit itu tidak harus diopname, tapi sakit ini tidak bisa mendapatkan pressure yang bisa menambah sakitnya. Dia sakit diabetes yang sudah mendapat perawatan dari tahun 1994. Itu ada sejarah perawatan dia, kita lampirkan," kata Elza.Elza mengatakan kliennya juga menderita penyakit darah tinggi. Dia mengatakan tiap riwayat penyakit yang diderita Roy Suryo pun telah diserahkan kepada penyidik."Kemudian dia punya darah tinggi. Itu kan sangat membahayakan itu bisa stroke, meninggal. Oleh karena itu, kita sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan dengan bukti-bukti tadi," jelas Elza.Menurut Elza, kliennya tidak pernah berpura-pura sakit selama proses pemeriksaan. Dia pun menyebut Roy Suryo tetap akan bersikap kooperatif usai dilakukan penahanan oleh kepolisian."Jadi kita bukan pura-pura sakit. Tapi orang-orang selalu beranggapan dan mereka kayaknya nggak puas deh kalau belum ditahan. Jadi ya sudah kita bilang, ya sudah kita ikuti prosedur karena ini kewenangan penyidik," tutur Elza.Roy Suryo Ajukan Penangguhan PenahananRoy Suryo resmi ditahan terkait kasus dugaan penistaan agama hingga ujaran kebencian bernuansa SARA. Tim pengacara mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke pihak penyidik Subdit Siber Polda Metro Jaya."Kita mengajukan penangguhan, karena kondisi sakit, bukan pura-pura sakit," kata Elza saat dihubungi, Sabtu (6/8/2022).Permohonan penangguhan penahanan itu disampaikan tim pengacara Roy Suryo pada Sabtu (6/8). Selain penangguhan penahanan, lanjut Elza, menjadi tahanan kota pun tidak apa-apa."Penangguhan penahanan atau tahanan kota gitu nggak apa-apa," imbuhnya.Elza Syarief mengungkap alasan pihaknya mengajukan permohonan penangguhan penahanan agar Roy Suryo bisa berobat."Itu tujuannya hanya untuk supaya bisa berobat dengan rutin. Kita mohon doanya aja Pak Roy sehat," ungkapnya.Roy Suryo Ditahan PolisiPolda Metro Jaya memutuskan menahan Roy Suryo, tersangka kasus dugaan penistaan agama. Roy Suryo ditahan mulai Jumat (5/8).Penahanan Roy Suryo murni pertimbangan penyidik. Salah satu alasan polisi menahan Roy Suryo karena dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti.Roy Suryo ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk 20 hari ke depan sejak Jumat (5/8). Roy Suryo terlihat masih menggunakan penyangga di leher saat ditahan polisi.

#7

Profil Bharada E, Saksi Kunci Tewasnya Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo, Akui Disuruh Atasan Menembak

Bharada E alias Richard Eliezer jadi saksi kunci kasus dugaa pembunuhan Nofriansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, yang kala itu menjabat Kadiv Propam Polri.Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyambut baik kabar yang menyebut Bharada E akan mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam kasus tersebut. Bharada E sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pembunuhan Brigadr J. Ia pun berada dalam tahanan. Siapa Bharada E dan bagaimana kiprahnya di institusi kepolisian? Berikut ini rangkuman profilnya.Bharada E memiliki nama lengkap Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Usianya 24 tahun. Ia berpangkat Bharada atau golongan Tamtama dalam kepangkatan Polri. Tamtama adalah pangkat paling rendah dalam kepolisian.Berdasarkan penelusuran di akun IG @r.lumiu, Bharada E banyak mengunggah aktivitas wall climbing atau panjat tebing. Ia juga tergabung dalam kelompok pencinta alam Rasamala yang berpusat di Manado. Kemudian Bharada E menempuh pendidikan polisi di Pusat Pendidikan Brimob Wakutosek, Jawa Timur pada 2019.Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi mengungkapkan Bharada E memiliki senjata api jenis Glock 17 belum terlalu lama dari Divisi Propam Polri. Tepatnya November 2021. "Sejak November (2021), diperoleh dari Divisi Propam (Polri)," katanya ketika dikutip dari Tribunnews, Kamis (4/8/2022).Pernyataan itu sekaligus membantah keterangan pers yang disampaikan Kapolres Metro Jakarta Selatan nonaktif Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, yang menyebut Bharada E adalah penembak kelas satu di Resimen Pelopor. Status Bharada E juga bukanlah ajudan dari Kadiv Propam Polri non-aktif, Irjen Ferdy Sambo. Melainkan sopir. "Sprintnya (Surat Perintah)) sebagai driver (sopir) FS (Ferdy Sambo)," ungkap Edwin.Karakter Bharada E tersangka penembakan Brigadir J diungkap teman kecilnya di Manado, Sulawesi Utara. Teman kecil yang tak mau disebutkan namanya itu, bercerita kepada TribunManado, kalau Bharada E adalah sosok yang bernyali besar. Awalnya ia menceritakan dahulu Bharada E nyaris menjadi atlet panjat tebing.Bharada E banyak mengikuti berbagai kompetisi panjat tebing. Di matanya Bharada E adalah sosok yang luar biasa. "Dia termasuk yang luar biasa," kata seseorang yang mengenal Bharada E.Tak cuma seseorang yang hobi memanjat tebing, Bharada E juga dikenal temannya sebagai orang yang baik. Meski baik, Bharada E adalah pria bernyali besar. Pemuda kelahiran 1998 itu tak akan segan maju menghadapi seseorang yang berani mencari perkara dengannya. "Dia itu orangnya baik, tapi juga cap mau, jika ada yang mau cari perkara ia maju," kata dia.Eliezar, panggilan mereka terhadap Bharada E, masuk Polisi setelah berkiprah di dunia panjat tebing. Setelah itu mereka jarang berhubungan.Mendengar kabar Bharada E terlibat dalam kasus penembakan, temannya mengaku kaget. "Tahu tahu ia viral dalam kasus pembunuhan, kami terkejut ia muncul," kata dia.Diketahui Bharada E jadi tersangka dugaan pembunuhan Brigadir J. Ia disangkakan melanggar Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan.Pengakuan Bharada E pada kuasa hukum tentang siapa yang perintahkan membunuh Brigadir JKuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara mengungkap sosok yang memerintahkan kliennya melakukan penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Deolipa Yumara mengatakan sosok yang memerintahkan itu merupakan atasan Bharada E langsung saat bertugas. "Ya dia diperintah atasannya," kata Deolipa saat dikonfirmasi awak media, Minggu (7/8/2022).Kendati saat dipastikan atasannya yang dimaksud merupakan ajudan atau bukan, Deolipa dengan tegas membantah hal tersebut. Deolipa menyatakan, kalau atasan yang dimaksud yakni atasan langsung yang dia jaga selama ini. Kendati demikian, Deolipa tidak menjelaskan secara detail siapa atasan langsung yang dimaksud itu. "Enggak, enggak (bukan ajudan), atasan langsung, atasan yang dia jaga," tutur dia."Ya sudah diungkapkan nama-namanya, tapi masih dalam wilayah penyidikan jadi bisr berkembang dulu lah, nanti penyidik yang akan menyampaikan semuanya secara lengkap," sambungnya.Adapun perintahnya kata Deolipa yakni untuk melakukan tindak pidana pembunuhan. Hanya saja, Deolipa kembali tidak menjelaskan secara rinci tindak pidana pembunuhan yang dimaksud. "Ya perintahnya ya untuk melakukan tindak pidana pembunuhan," kata dia.Sebelumnya Deolipa menyatakan, kliennya tidak memiliki motif atau niat untuk menembak atau membunuh Brigadir J. "Betul (tidak ada motif untuk membunuh, red)," kata Deolipa.Lebih lanjut, dia menegaskan kalau ada pihak yang memerintahkan Bharada E untuk melakukan penembakan. Dirinya bahkan telah mengantongi siapa nama yang memerintahkan tersebut. Hanya saja, hal itu tidak dapat diungkap mengingat saat ini masih dalam proses penyelidikan."Betul, betul (ada yang memerintahkan), sudah mengantongi (siapa sosoknya). (Tidak bisa disampaikan) masuk wilayah penyelidikan," tuturnya.Sementara, kuasa hukum Bharada Richard Eliezer lainnya, Muhammad Burhanuddin menyampaikan update terkait dengan pemeriksaan terbaru yang dilakukan terhadap kliennya. Burhanuddin menyatakan, kalau sang klien telah menyebutkan beberapa nama yang disebutkannya turut terlibat dalam insiden baku tembak yang menewaskan Brigadir J.Adapun penyebutan nama itu tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap Bharada E ke penyidik polri, Sabtu (6/8/2022) malam. Kendati demikian, Burhanuddin masih belum dapat menjelaskan siapa saja nama yang disebutkan tersebut. "Ya, enggak bisa (disebutkan) jangan mulain karena kan itu kepentingan penyidikan saya belum bisa publish," kata Burhanuddin saat dikonfirmasi awak media, Minggu (7/8/2022).Ia hanya menegaskan kalau sang klien akan mengungkap kasus tersebut secara terang. Tak hanya itu, dalam BAP nya, Bharada E juga menyatakan kalau dirinya bukan pelaku tunggal melainkan ada pelaku lain. Oleh karenanya, dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengajukan diri sebagai Justice Collaborator."Ya, bukan pertanyaan tersebut yang semalam waktu wawancara kita, (dia) bukan pelaku tunggal ada. ada pelaku lain juga makanya minta perlindungan LPSK," ucap Burhanuddin.Tak hanya itu, dalam pengakuannya semalam, Bharada E juga kata Burhanuddin turut menyebutkan beberapa nama termasuk Irjen Ferdy Sambo. Kendati begitu, Burhanuddin masih enggan membeberkan secara detail apa saja yang disampaikan oleh Bharada E dan meminta untuk menunggu keterangan lebih pasti versi Kadiv Humas Polri."Saya tidak bisa keluar dari mulut saya, saya tidak mau. Tapi itu sudah terang benderang, sudah disebutin di BAP posisi pas Ferdy Sambo dan sebagainya," kata dia. (*)

#8

3 Fakta Terkini Pemobil Pelat RF Ugal-ugalan Tabrak Sana-sini

Jakarta -Aksi pemobil Daihatsu Terios berpelat RFH inisial JFAR (20) menyita perhatian publik. Pasalnya pelaku nekat menabrak polisi lalu lintas (polantas) hingga mobil dinas anggota TNI sebelum ditangkap di Bintara, Bekasi.Peristiwa itu terjadi pada Jumat (5/8) di Tol Pancoran. Awalnya, anggota PJR Ditlantas Polda Metro Jaya yang tengah berpatroli di lokasi hendak menegur pelaku terkait penggunaan rotator di mobil JFAR. Pelaku justru mencoba melarikan diri dengan nekat menabrak salah satu anggota PJR Ditlantas Polda Metro Jaya.Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Usut punya usut pelat RFH yang dipakai pelaku pun ternyat palsu dan dibeli secara online.Pelaku Berstatus MahasiswaPengemudi mobil Daihatsu Terios berpelat 'RFH' yang menabrak anggota PJR Ditlantas Polda Metro Jaya di Tol Pancoran telah ditetapkan tersangka. Pelaku ternyata masih berstatus mahasiswa."Pelaku inisial JFAR usia 20 tahun. Status mahasiswa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Minggu (7/8/2022).Kasus ini bermula dari aksi ugal-ugalan yang dilakukan JFAR di Tol Pancoran pada Jumat (5/8). Saat itu pelaku mengendarai mobil berpelat RFH dan menggunakan rotator.Petugas lalu mencoba menegur pelaku. Namun, JFAR justru bersikap tidak kooperatif hingga menabrak anggota PJR Ditlantas Polda Metro Jaya yang coba menegurnya.Pelaku lalu memacu kendaraannya untuk melarikan diri. Zulpan mengatakan mobil yang dikendarai JFAR juga sempat menabrak mobil dinas TNI."Saat hendak melarikan diri pengendara Terios menabrak ban kiri dari kendaraan dinas TNI," ungkap Zulpan.Tabrak Polantas-Mobil PJR Ditlantas Polda Metro JayaTindakan dari JFAR berawal saat adanya anggota kepolisian yang memergokinya menggunakan rotator. Polisi lalu berupaya menghentikan laju kendaraan dari JFAR.Bukannya berhenti, pelaku justru tetap memacu kendaraannya. Mobil yang dikendarai JFAR bahkan menabrak satu orang anggota polisi PJR Ditlantas Polda Metro Jaya yang bertugas di lokasi."Saat petugas PJR inisial Briptu G menghampiri kendaraan pengemudi Terios tersebut malah menabrak petugas Briptu G serta menabrak kendaraan dinas PJR kemudian melarikan diri," kata Zulpan.Laju kendaraan yang dikendarai oleh JFAR tidak berhenti. Di daerah Tol Kebon Bawang mobil pelaku kembali menabrak satu mobil dinas PJR Ditlantas Polda Metro Jaya yang dikemudikan oleh Aiptu MA."Sampai di pintu Tol Kebon Bawang kemudian menabrak kendaraan dinas PJR yang dikemudikan oleh MA yang sedang memberhentikannya. Setelah menabrak kendaraan pelaku melarikan diri sampai ke Bintara," ujar Zulpan.4 Kendaraan Rusak, Termasuk Mobil Dinas TNIZulpan mengatakan mobil berpelat RFH yang dikemudikan oleh JFAR terus melaju usai menabrak anggota dan mobil PJR Ditlantas Polda Metro Jaya. Mobil pelaku bahkan turut menabrak kendaraan dinas TNI yang berada di lokasi."Saat melarikan diri tersebut pengendara JFAR menabrak ban kiri dari kendaraan dinas TNI yang berada di depan kendaraan dinas PJR," ungkap Zulpan.Pelaku tidak menghentikan kendaraannya usai menabrak mobil petugas kepolisian dan dinas TNI. Laju kendaraan pelaku baru berhenti ketika berada di Bintara, Bekasi.Zulpan menyebut akibat aksi ugal-ugalan dari pelaku mengakibatkan setidaknya empat mobil mengalami kerusakan."Akibat kejadian tersebut empat kendaraan mengalami kerusakan," pungkas Zulpan.

#9

Copot Tiga Jenderal, Langkah Kapolri Jaga Kepercayaan Masyarakat dalam Kasus Tewasnya Brigadir J

JAKARTA - Langkah Kapolri mencopot sejumlah perwira, termasuk tiga jenderal, yang terkait kasus tewasnya Brigadir J di rumah Irjen (Pol) Ferdy Sambo mendapat apresiasi.Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lumbung Informasi Rakyat (Lira) mengapresiasi keseriusan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dalam menangani kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.Lira acungi jempol sikap berani Kapolri menindak tegas aparat kepolisian yang dianggap terlibat dalam pembunuhan Birgadir J."LIRA acungi jempol pada Kapolri yang mengedepankan profesionalitas dalam penanganan kasus Brigadir J ini. Kami yakin ini baru permulaan. Masih banyak episode lain yang akan terungkap, terang benderang. 100 persen kita dukung langkah Kapolri," kata Presiden DPP LIRA, Andi Syafrani.Menurut Andi, tidak mudah menyelesaikan persoalan yang akar masalahnya diduga dari dalam rumah sendiri.Hanya mereka yang punya keberanian dan keteladanan yang bisa membuka semuanya."Kapolri dengan jiwa besarnya mengumumkan ke publik bahwa ada 25 personel polisi yang bermasalah. Mereka sudah diperiksa, dimutasi, dan bahkan terancam dipidana karena menghambat proses pengungkapan kasus ini. Siapa yang main-main akan disikat Kapolri," terangnya.Dengan sikap Kapolri yang tegas dan transparan, tambah Andi, akan semakin menambah kepercayaan publik kepada Kepolisian."Berdasarkan hasil survei LSI bulan Juli 2022, kepolisian menjadi lembaga penegak hukum di Indonesia dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi. Itu artinya publik masih percaya Kapolri akan terus menjaga marwah lembaganya, menempatkan hukum sebagai panglima," tutup Dosen Hukum UIN Jakarta ini.Pemeriksaan terhadap 25 anggota Polri terkait kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J merupakan bersih-bersih Pimpinan Polri terhadap "tangan-tangan kotor" yang mencoreng institusi Polri.Demikian dikemukakan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso dalam siaran persnya, Jumat (5/8/2022)."Hal ini, sesuai dengan keinginan Presiden Jokowi yang memerintahkan agar kasus polisi tembak polisi yang menghilangkan nyawa Brigadir J itu diproses hukum, jangan ditutup-tutupi dan terbuka," ujar Teguh.

#10

Profil Deolipa Yumara, Pengacara Baru Bharada E yang Juga Seorang Vokalis

Menyusul kabar pengunduran diri Andreas Nahot Silitonga, Bareskrim Polri telah menunjuk pengacara baru bagi tersangka Bharada Richard Eliezer atau Bharada E yaitu Deolipa Yumara.Pengacara baru Bharada E itu bernama Deolipa Yumara. Hal tersebut pertama kali disampaikan oleh Deolipa sendiri saat diwawancarai awak media di Bareskrim Polri pada Sabtu (6/8)."Kami adalah pengacara baru dari Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau yang biasa dipanggil Bharada E selaku tersangka tindak pidana dengan sengaja merampas, menghilangkan nyawa orang lain karena pembunuhan dalam pasal 338 KUHP jo 55 dan 56 KUHP," katanya.Lalu, bagaimana profil dari pengacara baru Bharada E, Deolipa Yumara? Simak informasi selengkapnya berikut ini.Profil Deolipa YumaraInformasi terkait profil Deolipa Yumara tidak terlalu banyak. Namun, dirinya sempat terlihat pernah menjadi kuasa hukum aktris dan politisi, Angel Lelga.Deolipa Yumara diketahui menjadi pengacara Angel Lelga saat mantan istri pedangdut Rhoma Irama itu terlibat kasus penipuan bisnis kripto oleh seorang istri anggota kepolisian.Deolipa Yumara memulai karirnya sebagai pengacara sejak tahun 1998. Pada masa itu, dia belum menerima kartu anggota pengacara dan surat pengesahan menjadi pengacara.Lalu, di tahun 2000, barulah Deolipa resmi menjadi pengacara, ketika dirinya memperoleh pengesahan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta.Tak hanya itu, Deolipa Yumara juga pernah tergabung dalam DPN Pusat Peradi bagian pengurus Hak Asasi Manusia (HAM), pada saat dia masih memiliki anak tunggal.Kemudian, pada tahun 2019, Deolipa terpilih menjadi ketua umum API (Asosiasi Pengacara Indonesia) pada Musyawarah Nasional ke-2.Hubungan antara Deolipa dan Angel Lelga pun tidak berhenti sebagai kuasa hukum dan klien saja. Mereka juga dikabarkan sempat menggarap lagu bersama.Angel Lelga mengungkapkan pembuatan lagu ini berawal saat berbicara dengan Deolipa yang sering dibalas dengan sebuah nyanyian.Deolipa juga rupanya memiliki band dengan nama Deolipa Project yang aktif di kanal YouTube DEOLIPA. Band ini beranggotakan Deolipa Yumara (Vokal), Irul (Lead Gitar), Eta (Gitar 2), Denovan (Drum), dan Ilham (Keyboard dan Synthesizer).

#11

Ancaman Serangan Siber Jadi Perhatian Jelang KTT G20 di Bali

JAKARTA  - Keamanan siber menjadi perhatian dalam KTT G20.Untuk mengantisipasi ancaman siber, digelar FGD Forum Koordinasi Keamanan Siber dalam KTT G20, di Bali pada Selasa (2/8/2022).Kegiatan ini menjadi pembuktian atas citra dan nama baik negara Indonesia untuk memastikan perhelatan tersebut berlangsung aman dari berbagai ancaman.Termasuk ancaman terorisme yang cenderung menggunakan ruang siber untuk disalahgunakan dan dimanipulasi.Sekretaris Utama, Kasubdit Teknologi Informasi, Sutriyono mengungkap situasi terkini perkembangan dinamika ancaman terorisme di ruang siber termasuk ruang digital dan media sosial."Hal yang tidak kalah penting adalah upaya kontra narasi propaganda ideologi radikal di ruang digital serta kampanye kembali akan kesadaran kebangsaan di ruang media sosial," ujar Sutriyono, dalam keterangannya, pada Rabu (3/8/2022).Narasi ideologi radikal kekerasan menjadi potensi ancaman berbahaya yang akan mengganggu perhelatan KTT G20 Indonesia 2022 di Bali.Sementara itu, Sekretaris Utama BNPT Mayjen TNI Dedi Sambowo mengaku siap menjaga keamanan di ruang siber."Kami siap menjaga ruang siber: Simpan Datamu; Ikuti Literasi; Amankan Gadgetmu, Perkuat Passwordmu," tuturnya.Menurut dia, kehadiran BNPT sebagai bentuk dukungan langsung terhadap keamanan siber dalam perhelatan KTT G20, khususnya sektor transportasi, energi dan informasi.Untuk diketahui, Indonesia menjadi tuan rumah KTT G20 tahun 2022.

#12

Prediksi Skor Borneo FC vs Persib Bandung di Liga 1: Agresivitas Milo vs Parkir Bus Robert

Simak prediksi skor laga antara Borneo FC vs Persib Bandung di Liga 1 2022/2023 berikut.Pertandingan pekan ketiga Liga 1, Borneo FC vs Persib Bandung bakal digelar di Stadion Segiri, Samarinda pada Minggu, (7/8/2022) WIB.Bagi Borneo FC, memetik kemenangan di hadapan pendukung sendiri adalah hal wajib, dan memang mereka terbukti mampu melakukannya di laga pertama Liga 1.Secara perkasa, Borneo FC sukses menghancurkan sang juara Piala Presiden 2022, Arema FC dengan skor telak tiga gol tanpa balas. Kini, setelah melakoni laga tandang dengan hasil minor 1-3 melawan Barito Putera, Borneo FC bakal kembali tampil dihadapan pendukung kesayangan mereka.Borneo FC bersama sang juru taktik, Milomir Seslija menjadi tim Liga 1 dengan permainan paling menarik di musim ini. Milo bermain dengan sepakbola atraktif mengandalkan pressing ketat diiringi dengan agresivitas tinggi.Pakem 4-3-3nya dapat berubah menjadi 4-4-2 saat menyerang dengan memanfaatkan keserbabisaan Stefano Lilipaly dalam menafsirkan ruang. Pakem tersebut memang menghadirkan permainan yang menghibur untuk ditonton, namun juga dapat menjadi boomerang bagi Borneo FC sendiri.Duel Taktik Milo vs RobertDengan intesitas tinggi, tenaga penggawa Pesut Etam bakal mengeluarkan tenaga ekstra di setiap laganya. Mereka mampu mengalahkan Arema FC dengan skor 3-0, namun di laga kedua, pasukan Milo seperti kehabisan bensin dan menyerah 1-3 di kandang Borneo.Melawan tim sekaliber Persib Bandung, Milo nampaknya peduli setan dengan skuad mewah yang dimiliki Robert Alberts. Bermain dengan agresif dan garis pertahanan tinggi bakal ditampilkan Borneo FC untuk memetik tiga angka di kandang.Di kubu Persib Bandung, sempat terkena badai cedera, kini Robert Alberts sedikit dapat lebih tersenyum. Dua penggawa andalannya, Febri Hariyadi dan Teja Pakualam sudah dalam kondisi fit untuk dimainkan melawan Borneo FC."Pemain saat ini dalam kondisi bagus, senang bisa melihat Febri Hariyadi kembali berlatih, Teja Paku Alam dan I Made Wiryawan juga sudah bergabung dengan normal," kata Robert dilansir TribunJabar.Mau tak mau Robert harus mampu meraih hasil positif di laga besok, pasalnya, Persib tak pernah menang di dua laga Liga 1. Teriakan untuk out dari bobotoh pun menyeruak di media sosial.Melawan Borneo FC yang terkenal garang, Robert nampaknya bakal bermain lebih hati-hati dan menunggu. Robert bukanlah tipikal pelatih yang bermain cantik dari kaki ke kaki, juru taktik asal Belanda itu memilih bermain pragmatis mengandalkan serangan balik dan umpan-umpan direct.Kecepatan penggawanya seperti David Da Silva, Frets Butuan, hingga Febri yang baru sembuh dari cedera bakal menjadi tumpuan Persib untuk merusak fondasi pertahanan Borneo FC.Prediksi Susunan pemain:Borneo FC (4-4-2):Angga Saputro; Javlon Guseynov, Diego Michiels, Fajar Fathurrahman, Leo Guntara; Hendro Siswanto, Kei Hirose, Jonathan Bustos, Terens Puhiri; Stefano Lilipaly, Matheus Pato.Persib Bandung (4-3-3): Teja Pakualam; Henhen Herdiana, Rachmat Irianto, Achmad Jufriyanto, Daisuke Sato; Marc Klok, Dedi Kusnandar; Robi Darwis; Erwin Ramdani, Frets Butuan, David da Silva.Prediksi Skor:Borneo FC 2-2 Persib Bandung

#13

Eksistensi Perangko di Dunia Digital

Jakarta menjadi tuan rumah World Stamp Championship 4 Agustus – 9 Agustus 2022. Gelaran tahunan tersebut diikuti oleh paling tidak 65 negara di JiExpo Hall C Kemayoran, Jakarta Utara. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama antara Pos Indonesia dan Perkumpulan Filatelis Indonesia.Pada 4 Agustus 2022, Pameran dan Kejuaraan Perangko Dunia 2022 resmi dibuka. Pameran ramai dengan berbagai stand dari sejumlah negara, komunitas, dan juga penjual prangko. Mereka memamerkan koleksi filateli masing-masing kepada pengunjung acara. Pengunjung acara pun berasal dari beragam kalangan, dari mulai kolektor, mahasiswa, hingga anak sekolahan yang mengikuti lomba vlog sebagai bagian dari acara.Dalam acara ini pula, Fadli Zon Library ikut menyemarakkan kompetisi bergengsi dunia ini. Fadli Zon sebagai Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia menjelaskan prangko mendapat tantangan dalam dunia digital setelah dulunya dipakai sebagai barang penting untuk komunikasi dan interkasi.“Prangko dulu adalah sebuah benda yang sangat penting dalam hubungan antar manusia, antar kawan, dan orangtua, komunikasi, surat menyurat, kartu pos, dan lain-lain. Tetapi sekarang, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, orang bisa whatsapp, telegram, voicemail, dan lain-lain,” ujar Fadli Zon di stand Fadli Zon Library kepada Kuatbaca.com, Kamis (4/8/2022).Sebagai budaya material (material culture), Ketua BKSAP DPR itu menyatakan prangko adalah sebuah identitas bangsa. Dari perangko, orang bisa mendapat rekaman sejarah perjalanan bangsa Indonesia bahkan dari masa Hindia Belanda hingga setelah kemerdekaan. Karena itulah, prangko dapa menjadi medium edukasi, belajar, dan riset. Pameran prangko sebenarnya adalah hasil studi panjang, seperti penulisan skripsi atau tesis. “Dari sebuah prangko, kita bisa bercerita dari berbagai macam hal,” ucapnya. Hingga saat ini, semua negara masih memproduksi prangko. Karena itu juga, ia masih relevan. Dalam kehidupan di dunia digital, sebut Fadli Zon, sesuatu yang material menjadi penting. Pengalaman benda material membawa sensasi inderawi yang berbeda. Namun, prangko sebagai benda material punya tantangan agar tak dimakan zaman. “Ya memang itu jadi tantangan untuk reservasinya, tantangan untuk bagaimana mengatur suhunya, mengatur keadannya supaya awet lah,” ucapnya.

#14

Dulu Raih Medali Olimpiade Renang, Kini Jadi Bintang Porno Jepang

Jakarta -Miku Kojima dulu sukses meraih medali Olimpiade ketika merintis karier sebagai atlet renang. Tapi ia kini malah banting setir jadi bintang porno Jepang. Begini kisahnya.Di dunia olahraga Jepang, nama Miku Kojima sebagai atlet renang mencuri perhatian di tahun 2017 ketika mewakili negaranya di Kejuaraan Dunia Renang Junior. newsunzip menyebut, ia meraih medali emas nomor 200 meter dan 400 meter.Tahun berikutnya bisa dibilang sebagai puncak karier Miku Kojima. Saat itu perempuan kelahiran 13 Mei 2000 tersebut mewakili negaranya di Olimpiade Junior 2018.

#15

Finlandia Bakal Uji Coba Paspor Digital Pakai Aplikasi

Finlandia bisa menjadi negara pertama yang menerapkan paspor digital.Sebab, dalam waktu dekat, negara berjuluk Negeri Seribu Danau itu berencana melakukan tes aplikasi ponsel yang berisi salinan dokumen perjalanan.Dengan teknologi ini, pelaku perjalnaan bisa mengirimkan informasi mereka ke petugas perbatasan sebelum pergi ke luar negeri, tanpa harus menyerahkan dokumen perjalanan fisik.Menurut surat kabar lokal, Helsingin Sanomat, Komisi Eropa menanyakan kepada Finlandia akhir tahun lalu apakah negara tersebut mau berpartisipasi dalam proyek percontohan.Informasi yang didapatkan selama uji coba akan bermanfaat untuk pengambilan keputusan terkait aturan melewati perbatasan menggunakan aplikasi ponsel saja, terutama di seluruh negara Uni Eropa."Saat ini kami sedang mempersiapkan pendanaan aplikasi. Aplikasi harus diserahkan pada akhir Agustus. Setelah itu akan diputuskan apakah proyek akan direalisasikan atau tidak," ujar seorang inspektur Penjaga Perbatasan Finlandia, Mikko Vaisanen kepada surat kabar tersebut, seperti dikutip dari Euro News, Kamis (04/08/2022).Bagaimana paspor digital bekerja? Paspor digital Finlandia rencananya akan diuji coba untuk perjalanan udara menuju Kroasia.Meski belum pasti apakah tes paspor digital akan dilakukan atau tidak, namun rencananya paspor digital akan diuji untuk perjalanan udara dari Finlandia menuju Kroasia, paling cepat pada musim semi 2023.Adapun periode musim semi di Eropa berlangsung sekitar bulan Maret hingga Mei.Dalam periode uji coba, beberapa penumpang yang menjadi sukarelawan akan diminta mengunduh aplikasi melalui ponsel mereka, kemudian mengirimkan dokumen ke petugas perbatasan sebelum bepergian.Meski secara privasi, rasanya cara ini tidak tepat, namun Vaisanen menegaskan bahwa informasi dari pemegang paspor akan dihapus setelah verifikasi."Informasi akan diperiksa lebih lanjut (oleh petugas perbatasan) dan dihapus setelah perjalanan," ujar Vaisanen.Selain itu, Vaisanen juga menjelaskan tentang foto penumpang yang akan diambil ketika melewati kontrol perbatasan."Dalam jangka panjang, targetnya adalah penumpang tidak perlu membawa paspor fisik ketika bepergian. Namun, realisasinya bakal butuh waktu lama. Pilot project hanyalah langkah awal dari semua ini," ungkapnya, seperti dikutip dari Schengen Visa Info.Jadi, saat ini Finlandia tengah menunggu lampu hijau dari Komisi Eropa. Jika disetujui untuk pendanaai proyek ini, maka Finlandia akan memulai eksperimennya sekitar akhir tahun 2022.

#16

Jokowi Buka Data Suram Ekonomi Dunia: 66 Negara Bakal Ambruk!

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan kondisi mengerikan ekonomi dunia. Menurt Jokowi kondisi ekonomi global saat ini sulit. Bahkan dia menjabarkan data yang mengerikan tentang ekonomi global.Dia mengutip data IMF dan Bank Dunia yang menyebut bahwa 66 negara terancam ambruk ekonominya."Kita bicara dunia dulu semua negara sekarang ini berada dalam keadaan yang tidak mudah. Tadi sekjen PBB menyampaikan IMF, Bank Dunia menyampaikan bahwa akan ada 66 negara yang akan ambruk ekonominya," tutur Jokowi dalam acara Silatnas dan Ultah ke-19 Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat, Jumat (5/8/2022)."Sekarang sudah mulai satu per satu angkanya adalah 9 lebih dulu, kemudian 25, kemudian 42. Mereka detil mengkalkulasi," tambahnya.Jokowi pun kembali berbicara mengenai ancaman kelaparan yang melanda dunia. Menurutnya ada 320 juta orang di seluruh dunia yang berada dalam kondisi kelaparan akut."Apa yang dikhawatirkan betul-betul kita lihat dan sekarang ini 320 juta orang di dunia sudah berada pada posisi menderita kelaparan akut. Dan sebagian sudah kelaparan. Ini saya sampaikan apa adanya," tegasnya.Menurut Jokowi data itu diperkuat dengan kondisi ekonomi mayoritas negara di dunia mengalami perlambatan. Bahkan ada kondisinya yang jauh lebih para karena mengalami kontraksi."Posisi pertumbuhan ekonomi bukan hanya turun tapi anjlok semuanya, Singapura, Eropa, Australia, Amerika, semuanya. Pertumbuhan ekonomi turun tapi inflasi naik harga-harga barang semua naik ini kondisi yang sangat boleh saya sampaikan dunia pada kondisi yang mengerikan," tegasnya.