Cara Kerja Kompor Induksi dan Keunggulannya, Bandingkan dengan Kompor Elpiji

Oleh Kuatbaca - 24 September 2022 00:24

Pemerintah sedang menyiapkan transisi energi dengan program konversi kompor elpiji ke kompor induksi atau listrik.


Program konversi kompor elpiji ke kompor induksi ini akan dipamerkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November 2022 mendatang.


Tujuan konversi kompor elpiji ke kompor listrik ini satu diantaranya adalah untuk mengurangi emisi karbon di Indonesia.


Selain itu, juga sebagai upaya mengurangi beban negara atas impor elpiji yang tiap tahun naik.


Ada dua kota yang dijadikan proyek percontohan konversi kompor elpiji ke kompor listrik, yakni Surakarta dan Bali.


Dikutip dari laman Indonesia.go.id, pada tahap pertama ada 2.000 masyarakat yang akan merasakan manfaat dari program konversi tersebut.


Sepanjang 2022, PLN akan menyasar 300.000 pelanggan lagi yang tersebar di beberapa kota dengan harapan angka pengguna kompor listrik bisa mencapai 15,3 juta pelanggan pada tahun 2025.


Lantas seperti apa keunggulan dari kompor listrik? Dan bagaimana cara kerja kompor listrik induksi ini?



Cara Kerja Kompor Induksi Listrik 


Cara kerja kompor induksi yakni dengan menggunakan listrik. Kompor akan bekerja ketika alat masak diletakkan di atas kompor.


Nantinya, arus listrik bolak-balik dilewatkan dari dalam badan kompor melalui gulungan kawat.


Panas yang dihasilkan langsung dialirkan ke alat masak, sehingga ketika bersentuhan dengan anggota tubuh tidak terasa panas dan relatif aman.


Dikutip dari laman PLN, kompor induksi memungkinkan penyebaran panas yang lebih merata ketimbang kompor gas.


Hal ini akan membuat proses memasak lebih cepat, sehingga dapat menghemat waktu.



Keunggulan Kompor Listrik


Keunggulan menggunakan kompor listrik satu di antaranya adalah lebih praktis.


Pasalnya, pengguna kompor listrik tidak perlu menukar tabung LPG ketika habis.


Keunggulan kompor induksi berikutnya adalah lebih aman, kompor tersebut tidak menimbulkan api dan asap.


Dengan demikian, risiko menimbulkan kebakaran jauh lebih kecil, selain itu juga tidak ada potensi ledakan akibat bahan bakar.


“Kompor induksi yang tanpa api dan asap juga lebih sehat bagi penggunanya sebab tidak menghasilkan emisi, selain itu juga ramah terhadap anak-anak karena lebih aman,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi, dalam keterangan persnya.


Dari sisi penggunaan, kata Agung, kompor induksi juga lebih murah dibandingkan dengan kompor LPG.


Hasil uji coba menunjukkan, rumah tangga kecil rata-rata mengkonsumsi 11,4 kg LPG subsidi dengan biaya Rp 79.400 per bulan.


Biaya tersebut belum termasuk yang disubsidi pemerintah sebesar Rp 125.400, sehingga total biaya yang dibutuhkan untuk memasak menggunakan LPG mencapai Rp 204.800 per bulan.


Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk memasak menggunakan kompor induksi sebagai berikut.


Harga listrik tanpa subsidi 1 kWh Rp 1.444,7, sedangkan kebutuhan listrik per bulan sebesar 82 kWh.


Dengan begitu biaya yang dibutuhkan untuk masak per bulan menggunakan kompor induksi tanpa subsidi sebesar Rp 118.465, sehingga terdapat penghematan sekitar Rp 86.335 setiap bulan.


“Waktu masak yang lebih cepat akan membuat kompor listrik lebih hemat penggunaan energi daripada gas,” ujar Agung.




Sumber: https://www.tribunnews.com/nasional/2022/09/23/cara-kerja-kompor-listrik-dan-keunggulannya-bandingkan-dengan-kompor-elpiji?page=all


Tag :

kompor induksi