PPP Mesin Mogok Di Tengah KIB

Kuatbaca

2 months ago

“Gaduh internal PPP akan mengganggu jalannya mesin Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Indikasi itu terlihat dari rentetan demontrasi menuntut Ketum PPP Suharso Monoarfa untuk mundur dari kursi ketum. Tak hanya berhenti di situ, isu berkembang mengarah kepada laporan kasus dugaan gratifikasi ke KPK terhadap Suharso Monoarfa. Kondisi itu bertolak belakang dengan harapan ulama besar dan politikus Indonesia ternama KH Maimun Zubair atau yang dikenal akrab dengan Mbah Moen.”

 

JAKARTA – Nama Gubernur Anies Baswedan sayup-sayup terdengar di dalam rapat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP saat tim KuatBaca.com sedang menunggu Guruh Tirta Lunggana selaku ketua DPW PPP DKI Jakarta untuk dimintai wawancara khusus berkaitan dengan internal PPP yang terlihat semakin gaduh.

 

Sejak awal Juni hingga saat ini menurut Tambang Data KuatBaca.com setidaknya ada 44 varian pemberitaan mengenai demontrasi menuntut Suharso Monoarfa untuk turun dari kursi Ketua Umum (Ketum) PPP dengan isu yang berbeda–beda.

 

Dimulai dari demontrasi pada 2 Juni 2022 oleh sekelompok massa mengatasnamakan Gerakan Penyelamat Ka'bah (GPK) dengan menggelar aksi teatrikal jalan mundur, di depan Kantor PPP Menteng, Jakarta Pusat. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan agar pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yaitu Suharso Monoarfa untuk mundur dari kursi Ketua Umum (Ketum).

 

"Aksi ini bertujuan untuk mengingatkan ketua umum PPP tak mampu mengatasi kondisi partai yang kian sekarat. Kader rindu masa kejayaan PPP," ujar Koordinator Aksi, Rohmad.

 

Berselang dua belas hari setelahnya, tepatnya 14 Juni 2022 Ketum Suharso Monoarfa kembali didemo oleh ratusan orang. Massa ini yang mengatasnamakan diri Front Kader Penyelamat (FKP) PPP dan Simpatisan PPP, meminta Suharso lengser dan mundur dari posisinya karena elektabilitas partai yang kian menurun.

 

"Kami dari anggota DPC datang ke depan kantor DPP PPP Menteng untuk menuntut Suharso Monoarfa lengser dari Ketum PPP," ujar Koordinator Aksi, M Somad, dalam keterangannya, Selasa, (14/06/2022).

 

M Somad menjelaskan, alasan demo tersebut lantaran pihaknya tidak bisa berkomunikasi dengan Suharso. Lebih lanjut ia menuding Suharso tidak menerapkan demokrasi di dalam PPP. Selain itu, Para Majelis Syariah Pertimbangan PPP juga dinilai tidak melakukan apapun ihwal elektabilitas partai kabah yang stagnan.

 

Isu kepemimpinan Suharso berkembang menjadi isu korupsi hal itu terlihat dari demontrasi yang dilakukan di gedung Bappenas di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, hiruk–pikuk sejumlah ratusan orang yang mengatasnamakan diri Simpul Komunitas Anti Korupsi (SKAK) menuntut Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mundur dari jabatan Menteri karena dugaan gratifikasi.

 

"Suharso ini telah melakukan kejahatan, menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadinya,” kata Muksin Mahu lantang saat berorasi, Jum’at, (17/6/2022).

 

Muksin menyebutkan, tuntutan itu didasarkan pada bertambahnya harta Suharso di tahun 2021 ini. Setidaknya, harta Suharso bertambah Rp 3,2 miliar.

 

Setelah tujuh hari berlalu, tapatnya 24 Juni 2022. Sekelompok massa yang mengatasnamakan Front Kader Penyelamat Partai (FKPP) PPP kembali berdemo di depan kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat. Namun, aksi demontrasi tersebut berujung kericuhan yang menyebabkan viral di sejumlah media sosial.

 

Secara kasat mata ini jelas bahwa di internal PPP sedang terjadi konflik. Hal senada juga diamini oleh ketua DPW PPP DKI Jakarta Guruh Tirta Lunggana yang menyampaikan bahwa itu tidak bisa dipungkiri tapi juga sebuah kewajaran bagi demokrasi sebuah partai yang berlambang Ka’bah.

 

“Saya rasa kita bahasanya jangan pihak internal, keluarga besarlah. Iya memang namanya keluarga bapak ibunya memberikan masukan atau sesuatu pencerahan tentang bagaimana ke depannya kan ada yang suka dan ada yang tidak suka juga Bang, namanya anak kan nerima aja gak setuju nih beda pendapat dan itu wajarlah itu menurut saya,” ucap Guruh, saat ditemui oleh tim KuatBaca.com di DPW PPP DKI Jakarta, Senin, (25/06/2022).

 

Permasalahan kemudian adalah siapa otak di belakang internal PPP yang tidak lagi berada di kubu Suharso Monoarfa. Di sisi lain, Suharso sendiri terkesan membiarkan itu berlarut–larut.

 

Hal itu dikuatkan oleh Tambang Data KuatBaca.com yang menyebutkan dalam 3 bulan terakhir hanya 21 varian pemberitaan mengenai presensi Suharso Monoarfa sebagai Ketum PPP yang tampil di publik untuk membicarakan kepartaian. Di lain sisi, tidak ditemukan pemberitaan Suharso Monoarfa menanggapi kegaduhan yang terjadi di internal partai.

 

Berbeda dengan Suharso, Arsul Sani selaku Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP malah lebih banyak presensi tampil di publik, membicarakan soal kepartaian dengan 64 varian pemberitaan. Bahkan di dalam satu pemberitaan Arsul Sani berkilah soal keretakan internal PPP.

 

Di samping itu, Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Guruh Tirta Lungga enggan menjawab mengenai respon apa saja yang harus dilakukan oleh Suharso Monoarfa sebagai Ketum PPP untuk meredam kondisi internal PPP yang semakin gaduh.

 

“Tidak tahu saya karena saya bukan di DPP PPP ini kan ranahnya DPP, tapi kalo mendukung ya harus mendukung namanya kita bagian dari kader wilayah ya harus mendukung ketum,” kata Guruh.

 

Kondisi ini tentu bertolak belakang terhadap apa yang diharapkan oleh Mbah Moen. Sebagaimana ia berharap seluruh kader PPP bersatu dengan berbagai pihak serta mencari titik chemistry antara Islam, Indonesia dan tradisi.

 

Kemudian Mbah Moen juga berpesan agar kader berjuang menegakkan amar ma'ruf nahi munkar melalui PPP. Tidak hanya itu, Mbah Moen juga sangat berharap agar PPP tetap eksis dalam panggung politik nasional.

 

Harapan Mbah Moen itu seharusnya menjadi tugas dasar bagi kader untuk menunaikan amanat tersebut dengan penuh sungguh-sungguh dan senantiasa memegang pondasi dasar dalam berpolitik sebagaimana Mbah Moen praktikkan dan contohkan.



PPP Mesin Mogok Di tengah Koalisi

Diombang-ambing isu keretakan internal, PPP layaknya mesin mogok di tengah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Berbeda dari kedua Parpol yang bergabung dalam koalisi tersebut, Golkar dan PAN telah menjalankan roda mesin parpol sebagaimana mestinya.

 

Indikasi itu terlihat kala Golkar dengan pede mengusulkan nama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto sebagai Calon Presiden (Capres) dalam KIB.

 

Selaku Waketum Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengumumkan calon presiden dan wakil presiden Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diusung pada Pilpres 2024 menunggu Partai Amanat Nasional (PAN) dan PPP. Akan tetapi, ia memastikan Golkar tetap mengusung Airlangga Hartarto sebagaimana hasil Musyawarah Nasional (Munas) 2019.

 

“PAN mungkin nanti di Rakernas akan bicara, sudah mulai bicara. PPP mungkin ada waktunya juga mereka akan bicara. Tentu kalo Golkar masih konsisten dengan keputusan Munas 2019 yang lalu di mana Pak Airlangga adalah calon presiden dari Partai Golkar," ujar Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (20/06/2022).

 

Sebagaimana disampaikan oleh Waketum Golkar, Ahmad Doli Kurnia. PAN sudah mulai berbicara menyaring nama–nama yang akan diusulkan menjadi Capres yang kemudian dibawa dalam KIB.

 

Gelagat itu dimunculkan dalam acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPW dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PAN. Nama mantan bos Inter Milan, Erick Thohir disebut–sebut sebagai calon yang akan diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti.

 

Hal itu diakui oleh Ketua DPW PAN DKI, Eko Hendro Purnomo atau yang lebih dikenal sebagai Eko Patrio yang menyatakan nama Erick Thohir merupakan hasil menyerap aspirasi dari bawah, baik itu dari masyarakat maupun kader internal PAN sendiri.

 

“Jadi nama yang beredar di publik itu masih bisa berkembang seperti nama Erick Thohir, iyakan kita menyerap aspirasi dari bawah sejauh mana nama tokoh tersebut berpengaruh. Tapi kalo misalkan contoh di Sulawesi ada tokoh lain yang lebih oke silahkan diajukan. Artinya saya tekankan, kita benar-benar melihat ke bawah jangan melihat seputaran media, yang ada kalo yang sekarang media yang ada kan itu-itu saja,” ujar Eko kepada KuatBaca.com melalui sambungan telepon, Kamis (14/7/2022).

 

Ia juga menambahkan sebelum diputuskan untuk diusung sebagai satu tokoh capres pilihan PAN, partainya terlebih dahulu melakukan penilaian yang matang. Tidak semata-mata nama tersebut diusulkan begitu saja.

 

“PAN ini kan partai modern yang mengedepankan aspirasi. Nah di dalam PAN sendiri ada mekanisme pemilihan yaitu ‘PAN Memilih’, itulah yang dimanfaatkan oleh teman–teman DPD. Nanti setelah itu akan dibawa ke DPW terus dilanjutkan ke DPP. Tetapi, sebelum dibawa itu sudah melalui proses penilaian yang cukup matang seperti berkaitan dengan elektabilitas, kapabilitas dan termasuk popularitas tokoh tersebut seperti apa,” tegas Eko.

 

Di samping itu, hal itu semakin dikuatkan oleh Tambang Data KuatBaca.com yang menyatakan setidaknya ada 9 DPW PAN dan 10 DPD PAN yang mengusulkan nama Erick Thohir sebagai capres pada kontestasi Pilpres 2024.

 

Mogoknya mesin parpol PPP juga akan berdampak kepada mulusnya jalan KIB untuk sukses di kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Pengamat politik dari Research Oriented Development Analysis (RODA) Institute, Ahmad Rijal Ilyas mengatakan gangguan di internal PPP dapat merugikan KIB.

 

Pernyataan itu didasari terkait dugaan adanya manuver kader PPP yang belakangan ini terlihat wara-wiri menemui sejumlah tokoh politik hingga demontrasi.

 

“Manuver yang dilakukan oleh oknum kader yang diduga ‘barisan sakit hati’ terhadap Suharso Monoarfa, tidak terlepas dari dugaan dukungan oleh kekuatan personal ataupun parpol diluar KIB dengan tujuan besar melemahkan posisi KIB dalam kancah kontestasi Pemilu 2024,” jelas Rijal, Jakarta, (27/07/2022).

 

Padahal menurutnya, figur Suharso Monoarfa merupakan politisi yang cukup ideal. Terlihat dari kiprahnya sebagai Ketum PPP menjadi salah satu tokoh yang kemampuannya dipercaya oleh Presiden Jokowi.

 

Ia juga menegaskan adanya gejolak yang terjadi di PPP untuk melakukan deligitimasi posisi Suharso Monoarfa.

 

“Di lain pihak KIB berkomitmen untuk menjaring tokoh internal sebagi kandidat bakal Capres 2024 mendatang,” tegasnya. (*)


Kelanjutan isu ini dapat dibaca pada tulisan : Asam Garam Kudeta Suharso Monoarfa

 

Jurnalis : Ahmad Hendy Prasetyo

Editor : Gery Gugustomo

Illustrasi Cover : Bagus Maulana

Layout Infografis : Zakki Fauzi