Otak – Atik Jasa Survei Politik 2024

Kuatbaca

24 days ago

“Otak – atik jasa survei politik 2024 menjadi penanda semakin dekatnya pesta demokrasi di Indonesia. Hal itu terlihat dari data yang dikeluarkan oleh Tambang Data Kuatbaca.com, sejak tahun 2020 – 2022 terdapat 31 lembaga survei merilis hasil survei. Hasilnya menemukan bahwa terdapat pola dua kemungkinan paling utama yaitu adanya keselarasan hasil dan adanya temuan ketidakselarasan mengenai hasil survei seperti hasil figur yang diunggulkan dengan parpol yang diunggulkan. Hal itu menjadi bias dalam pemaknaan percaturan politik menuju 2024”

 

 

Menjamurnya lembaga survei merilis hasil kandidat terkuat sebagai calon presiden menandakan semakin dekatnya pesta demokrasi di Indonesia. Jika dihitung, kurang lebih 1,5 tahun atau lebih tepatnya 14 Februari 2024 KPU menetapkan menggelar pemilihan umum (pemilu) 2024 secara serentak di wilayah Indonesia.

 

Jika merujuk data Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pemilu 2019 terdapat 40 lembaga survei yang dianggap telah memenuhi kelengkapan dokumen dan lolos verifikasi. Namun, di sisi lain ada banyak juga jasa survei politik tidak terdaftar dalam verifikasi versi KPU.

 

Di sisi lain, setiap lembaga survei juga memiliki metodenya masing – masing, hal itu juga yang membuat sebagian orang bertanya – tanya mengenai kredibilitas hasil yang dikeluarkan oleh lembaga survei tersebut.

 

Merunut data yang dikeluarkan oleh Tambang Data Kuatbaca.com, sejak tahun 2020 – 2022 terdapat 31 lembaga survei sudah mengotak – atik hasil survei terkait kandidat capres pada Pilpres 2024. Hasilnya, Tambang Data KuatBaca.com menemukan bahwa terdapat pola dua kemungkinan paling utama.

 

Kemungkinan pertama, yaitu adanya keselarasan hasil figur yang diunggulkan dengan parpol yang diunggulkan seperti hasil survei Parameter Politik Indonesia menyatakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menempati posisi puncak berdasarkan pilihan top of mind dan PDI-Perjuangan sebagai partai politik (parpol) paling banyak dipilih.

 

“Ganjar Pranowo sementara ini mendapat dukungan tertinggi pada skenario elektabilitas terbuka, elektabilitas 14 nama, 10 nama, 7 nama, 5 nama dan 3 nama, di satu sisi jika Pileg dilakukan hari ini, PDIP urutan pertama dengan 19,9 persen. Lalu Partai Gerindra 12,1 persen, dan Partai Golkar 10,7 persen,” kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, Selasa (12/7/2022).

 

Hasil itu sejalan dengan 6 lembaga survei yang juga merilis hasil survei pada tahun 2022 antara lain; Poltracking Indonesia, Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), Center for Indonesian Strategic Action (CISA), Charta Politika, Saiful Munjani Research and Consulting (SMRC) dan indEX Research.

 

Tak hanya Ganjar, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga diunggulkan di posisi pertama berdasarkan pilihan top of mind dan Gerindra sebagai partai politik (parpol) paling banyak dipilih seperti hasil survei oleh lembaga survei KedaiKOPI dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

 

KedaiKOPI mengungkapkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di urutan teratas, disusul oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

 

“Pertama Prabowo Subianto dengan 18,4 persen, kedua Ganjar Pranowo dengan 16,3 persen dan Anies Baswedan dengan 11,5 persen” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo, Rabu (9/2/2022).

 

Selanjutnya, hasil survei LSI Denny JA mengungkapkan dalam surveinya, mayoritas responden yang tak puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) cenderung akan memilih koalisi Partai Gerindra.

 

"Karena citra oposisi lebih kuat di Gerindra warisan Pilpres 2019," ujar Peniliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, Senin (15/8/2022).

 

Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto dipublikasikan sebagai Menteri yang paling diminati masyarakat sebagai Capres 2024 dan Golkar merupakan parpol paling perkasa ketimbang PDI-Perjuangan serta Gerindra versi survei Panel Surya Indonesia.

 

Dalam survei yang dirilis Panel Surya Indonesia, Koordinator Panel Surya Indonesia (PSI), Permadi Yuswiryanto menyampaikan Airlangga lebih dipilih ketimbang Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

 

“Bahwa mayoritas responden sebesar 40,8 persen memilih Menko Airlangga. Sementara Menhan Prabowo membuntuti dengan 32,2 persen, disusul Sandiaga dengan 7,7 persen dan Erick Thohir sebesar 2,7 persen.” ujarnya kepada wartawan, Jum’at (27/5/2022).

 

Ia manambahkan, survei yang digelar pada 6 – 20 Mei 2022 menepatkan Golkar berada di posisi teratas dengan tingkat elektabilitas mencapai 16,9 persen.

 

“Posisi pertama Golkar dengan 16,9 persen, posisi kedua ditempati PDI Perjuangan dengan elektabilitas 16,2 persen, dan posisi ketiga ada Partai Gerindra dengan elektabilitas 16,1 persen,” kata Permadi.

 

Hal itu senada dengan hasil survei yang dikeluarkan oleh jasa lembaga politik Citra Network Nasional dan Laboratotium Suara Indonesia yang juga merilis hasil survei pada pertengahan tahun ini.

 

Berbeda dengan kemungkinan pertama, kemungkinan kedua menemukan fakta bahwa adanya temuan ketidakselarasan mengenai hasil survei seperti hasil figur yang diunggulkan dengan parpol yang diunggulkan.

 

Secara umum keunggulkan satu partai dalam survei biasanya akan diikuti oleh keunggulan kader partai yang bersangkutan. Namun, dalam beberapa kesempatan hal itu tersebut tidak terjadi karena adanya nama calon non parpol.

 

Jika merujuk pada Tambang Data Kuatbaca.com, bisa dilihat dari kebanyakan survei menggunakan multistage random sampling sebagai metodenya. Namun, hasilnya menjadi bias dalam pemaknaan percaturan politik menuju 2024.

 

“Meski tidak diragukan soal metode, tetapi pilihan responden menentukan hasil survei yang menguntungkan salah satu parpol atau figur politisi. Hal ini tentu saja membuat hasil survei yang berseliweran menjadi bias di dalam percaturan politik menuju 2024,” Gery Gugustomo, Kepala Analis Tambang Data KuatBaca.com.

 

Gelagat itu terlihat dari hasil survei yang dikeluarkan oleh 2 lembaga survei pada pertengahan tahun 2021 yaitu Timur Barat Riset Center (TBRC) dan Indonesia Development Monitoring (IDM) mengungkapkan ketidakselarasan mengenai hasil survei. Seperti halnya mengunggulkan ketua umum (ketum) Golkar, Airlangga Hartarto sebagai capres dengan elektabilitas tertinggi. Akan tetapi, PDI-Perjuangan malah keluar sebagai jawara.

 

Direktur Eksekutif TBRC, Yohanes Romeo menerangkan, sejumlah tokoh parpol dan parpol memiliki pergeseran tingkat elektabilitas dalam survei terbarunya.

 

“Hasilnya nama Airlangga Hartarto paling banyak diplih oleh 23,9 persen responden, disusul oleh Prabowo dipilih sebanyak 18,6 persen, Ganjar Pranowo 9,8 persen responden. Lalu, Aspek 'emosional' menggugah perasaan dan emosi konstituen dengan menempati PDI-Perjuangan menempati posisi pertama dengan 18,2 persen,” kata Romeo, Kamis (1/4/2021).

 

Tak berhenti sampai disitu, lembaga survei Voxpol Center mengatakan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menjadi capres top of mind dengan presentase elektabilitas 17,3 persen.

 

“Capres top of mind yaitu Ganjar 17,3 persen, Presiden Jokowi 16,8 persen, Prabowo 16,5, Anies 13,7 persen dan Sandiaga Uno 8,3 persen.” kata Direktorat Voxpol Center Pangi Syarwi, Sabtu (3/7/2021)

 

Di satu sisi, Pangi mengatakan jika pemilu diadakan hari ini, partai Gerindra akan menggeser posisi PDIP dengan elektabilitas tertinggi 27,9 persen.

 

"Jika pemilu legislatif diselenggarakan hari ini, menunjukkan bahwa Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebesar (27.9%), adalah partai yang dipilih publik," ucap Pangi




Kemudian terakhir, Median sebagaimana dalam 5 bulan terakhir tepatnya pada bulan Maret – Agustus 2022 melakukan survei, konsisten unggulkan Prabowo Subianto sebagai capres dengan elektabilitas tertinggi. Tetapi, parpolnya malah unggulkan PDI-Perjuangan dengan elektabilitas tertingi sebesar 19,1 persen.

 

“Persentase elektabilitas Prabowo berjarak cukup jauh dengan posisi kedua yang ditempati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 14,4 persen dan posisi ketiga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 13,1 persen,” ujar Direktur Eksekutif Median Rico Marbun dalam peluncuran hasil survei Median, Selasa (29/3/2022).

 

Ia menambahkan, Partai besutan Megawati Soekarnoputri memperoleh elektabilitas tertinggi dengan perolehan 19,6 persen.

 

“Persentase yang diraih partai berlambang banteng bermoncong putih itu terpaut cukup jauh, dibandingkan dengan Partai Gerindra yang berada di posisi kedua 13,5 persen dan Demokrat di posisi ketiga 10,6 persen. Kemudian Golkar 8,8 persen (posisi keempat), PKB 8,6 persen (posisi kelima),” tutur Rico.

 

Bukan hanya Median saja, 6 lembaga survei diantaranya; Center for Political Communication Studies (CPCS), Y-Publica, Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Indikator Politik Indonesia, Puspol Indonesia, dan LSI Djayadi Hanan menyampaikan hal yang serupa. (*)

Jurnalis : Ahmad Hendy Prasetyo

Editor : Gery Gugustomo

Illustrasi Cover : Priyana Nur Hasanah

Layout Infografis : Zakki Fauzi