top ads
Home / Pemerintah / Skandal Uang Kominfo: Sespri Johnny Plate Membagikan Rp 500 Juta Sebanyak 20 Kali

Pemerintah

  • 7

Skandal Uang Kominfo: Sespri Johnny Plate Membagikan Rp 500 Juta Sebanyak 20 Kali

Skandal Uang Kominfo: Sespri Johnny Plate Membagikan Rp 500 Juta Sebanyak 20 Kali
  • September 19, 2023

Kuatbaca - Skandal keuangan di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) semakin menghebohkan. Heppy Endah Palupy, Kepala Bagian Tata Usaha dan Protokol Kominfo serta Sekretaris Pribadi Menteri Kominfo Johnny G Plate, mengungkap bahwa ia telah membagikan sejumlah uang, yang totalnya mencapai Rp 500 juta, sebanyak 20 kali.


Pernyataan Heppy muncul saat ia memberikan kesaksiannya di sidang kasus dugaan korupsi proyek BTS Kominfo yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa (19/9/2023). Pada sidang yang sama, terdakwa adalah eks Menteri Kominfo Johnny G Plate, eks Direktur Utama Bakti Kominfo Anang Achmad Latif, dan Tenaga Ahli dari Human Development Universitas Indonesia, Yohan Suryanto.


1. Menjelaskan Rincian Pembagian Uang


Saat diinterogasi oleh ketua majelis hakim, Fahzal Hendri, Heppy menjelaskan rincian pembagian uang tersebut. Dari Rp 500 juta yang diterima, ia mengambil bagian sebesar Rp 50 juta. Sementara itu, Dedy Permadi, juru bicara Kemenkominfo, mendapatkan Rp 100 juta, dan sisanya, yang berjumlah sekitar Rp 350 juta, diserahkan kepada Walbertus Natalius Wisang, Tenaga Ahli Kemenkominfo.


Heppy menambahkan bahwa uang tersebut selalu diserahkan oleh Staf Tata Usaha Kominfo, Yunita. Ketika ditanya mengenai penggunaan uang yang ia terima, Heppy menyatakan bahwa sebagian besar digunakan untuk kebutuhannya sendiri. Meskipun ada beberapa kesempatan di mana ia membagikannya kepada staf, namun itu tidak terjadi setiap waktu.


Hakim Hendri melanjutkan dengan menanyakan apa yang dibeli oleh Heppy dengan uang tersebut. Menjawab pertanyaan tersebut, Heppy mengatakan bahwa ia tidak membeli barang apa pun dengan uang tersebut. Uang tersebut, menurutnya, kadang-kadang juga dibagikan kepada rekan-rekannya.


Namun, narasi ini dibantah oleh Walbertus saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan. Ia menyangkal pernah menerima uang sejumlah itu. Meski dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebelumnya, ia mengakui telah menerima uang, tetapi kini ia menarik kembali pernyataannya dengan mengatakan hal itu tidak sesuai kenyataan.


Skandal ini mencuat dari dugaan korupsi terkait proyek BTS 4G yang diduga merugikan negara hingga Rp 8 triliun. Kerugian tersebut dihitung berdasarkan selisih antara pembayaran yang telah dilakukan oleh Kominfo dan jumlah BTS 4G yang telah selesai hingga Maret 2022.


Kasus ini menciptakan gelombang kecaman dan menuntut transparansi serta akuntabilitas dari pihak-pihak terkait. Publik menantikan kelanjutan sidang ini untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai skandal yang melibatkan pejabat tinggi di Kemenkominfo.

side ads
side ads