Pemanfaatan Gas Rawa sebagai Energi Alternatif di Dukuh Karanganyar

12 October 2023 00:56 WIB
6526683b8285c.png

Kuatbaca.com - Dukuh Karanganyar, yang terletak di Karanganyar, Jawa Tengah, memiliki potensi besar dalam bentuk gas rawa atau biogenic shallow gas (BSG). Sayangnya, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk menggantikan elpiji oleh warga setempat. Mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai fenomena ini.

Penemuan Potensi Gas Rawa

Cerita dimulai dengan pengeboran sumur dalam yang dilakukan oleh Sholihin (57) pada tahun 2019. Pengeboran ini awalnya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga RT 006 Dukuh, yang saat itu mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama untuk keperluan minum. Namun, apa yang ditemukan tidaklah air bersih. Sebaliknya, air yang keluar memiliki rasa asin dan tercampur dengan gas metana yang dapat terbakar.

Memanfaatkan Gas Rawa

Gas metana yang keluar dari bekas sumur dalam ini kemudian dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai bahan bakar pengganti elpiji. Melalui instalasi perpipaan, gas rawa dialirkan ke rumah-rumah warga. Proyek ini memicu minat banyak orang, dan penelitian pun dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jateng.

Dukungan dari Pemerintah

Pada tahun 2022, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan bantuan senilai Rp 199 juta untuk membangun unit instalasi biogenic shallow gas. Dengan bantuan ini, gas rawa dapat digunakan sebagai pengganti elpiji untuk 30 keluarga di Dukuh RT 006. Gas tersebut disimpan dalam tangki berkapasitas delapan bar dan dihidupkan tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan sore hari.

Tantangan Biaya Listrik

Namun, ada tantangan yang dihadapi dalam pemanfaatan gas rawa ini, yaitu biaya listrik untuk menjalankan instalasi gas rawa selama 24 jam. Meskipun operasionalnya saat ini terbatas pada tiga kali sehari, biaya listrik mencapai Rp 600.000 per bulan. Oleh karena itu, warga berharap dapat mendapatkan bantuan listrik tenaga surya dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung operasional instalasi gas rawa sepanjang waktu.

Potensi dan Kendala Gas Rawa

Gas rawa, juga dikenal sebagai biogenic shallow gas (BSG), terbentuk melalui dekomposisi senyawa organik di lapisan tanah dangkal. Komposisinya didominasi oleh metana, yang menjadikannya sumber energi yang potensial. Namun, untuk memanfaatkannya secara optimal, beberapa prasyarat harus dipenuhi. Pengumpulan volume yang signifikan, pemurnian jika terdapat kandungan impurities yang tinggi, dan peningkatan tekanan adalah beberapa di antaranya. Prinsip kerjanya mirip dengan jaringan gas kota (jargas).

Kesimpulan

Potensi gas rawa sebagai sumber energi alternatif di Dukuh Karanganyar, Jawa Tengah, adalah sebuah cerita menarik. Meskipun masih dihadapi tantangan biaya listrik dan operasional terbatas, penggunaan gas rawa sebagai pengganti elpiji telah memberikan solusi untuk sejumlah warga setempat. Dengan dukungan dari pemerintah dan upaya untuk mengatasi kendala-kendala yang ada, pemanfaatan gas rawa ini bisa menjadi contoh bagaimana sumber energi baru terbarukan dapat mengubah kehidupan masyarakat lokal dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

(*)

Fenomena Terkini






Trending